Welcome, September

“Segala yang pergi tak pernah benar-benar hilang. Ia hanya sebentar singgah, di suatu tempat yang bernama entah.”

Mengingatmu, sekali lagi.

“Kita tak benar-benar mengerti jarak dan waktu yang begitu angkuh ini. Sebab selama yang kita lalui, di dada kita perasaan-perasaan tak dapat terbang bebas. Kita mengurung segala kemungkinan dan meyakinkan diri sendiri melawan kemustahilan.”

Aku masih lelaki kecil
yang hampir patah dan kalah

“Dan hujan turun, menusuk wajah kita. Kesepian menjadi celah. Diam dan bosan merubah arah.”

Terbanglah, kau
kemanapun sepenuh ingin
aku masih akan di sini
rumahku banjir, perabotan berantakan
sebentar lagi luber dan tenggelam

Kau, ingatlah
jika suatu saat sayapmu patah
dan tubuhmu yang mulus itu lelah
singgahlah, meski hanya beberapa waktu
di rumahku yang baru, aku
dan anak-anak rindu
masih sedia menerima tamu.

(Selamat. Kau yang datang dan pergi, semoga tak lupa singgah sesekali. Tak perlu membawa janji, cukup dengan rindu–kerna bahagianya hati.)

Warung Kopi Indonesia, Ciputat-Tangerang Selatan.
01-09-2016