Arimlaanahayan (1)

5:52 PM

Terbitlah dari panel status bar di handphoneku. Ada satu pemberitahuan, sebuah pesan masuk langsung dari seseorang yang timbul di bilah ujung kanan akun Instagram ku. Entah dari siapa dan seperti apa pesannya, perlu dibalas atau tidak, yang jelas harus kubaca terlebih dahulu. Mungkin saja itu sebuah pesan penting dari keluarga, guru dan teman-temanku di grup percakapan.

“Assalamu’alaikum”

Sebuah kalimat sapa yang kali pertama membuatku begitu sangat gugup; membuatku benar-benar kikuk dan takluk dalam ringkuk. Tak seperti biasanya, kudapati sebuah telepon atau pesan pada percakapan dengan awalan salam. Karena, dari sekian banyak pesan-pesan singkat atau telepon di handphoneku kebiasaan tak menggunakan pembuka percakapan dengan kalimat itu. Langsung ke inti pesan, pertanyaan dan ‘bablas’ — menghilang, jika memang sudah didapatinya jawaban yang pas.

“Saha eta?”

Deg…
Kalimat kedua dari pesannya yang mendadak membuatku terpana kembali, yang kemudian padaku timbullah senyum kecil di ujung bibir.
Meski begitu, kusadari, ia mengirimkannya di beberapa jam yang lalu. Tapi, ini adalah pesan singkat langsung pertama dengan awal yang baik, kurasa. Dan sedikit bisa kupastikan bahwa dia adalah Suku Sunda.

Ekspedisi Religi Jomb’s Squad

Dian Al Mahri Mosque, Depok-Jawa Barat, Indonesia

Dari sekian banyak perjalanan, ini perjalanan paling tak waras. Bisa disebut perjalanan paling gabut. Ya, sebab tanpa alasan apapun tetiba saja di benak kami ada kepingin jalan-jalan. Tak tahu tujuannya ke mana dan ingin melakukan apa (selain poto-poto).

“Kuy lah, otewe-otewean. Biar kaya orang”, pancingku membuka obrolan gak jelas yang nantinya akan menjadi sungguhan.

“Kuy lah. Boring nih, di sini terus. Oya, interupsi, ndan. Asal jangan jauh-jauh, ngeluarin ongkos banyak, rame-rame dan satu lagi; bisa hunting cakep”, sahut salah satu pasukan yang memang sedang dalam keadaan gak jelas juga.

…….

(Ceritanya bersambung dulu, ya..) 😁😂

Yes, I Miss

This time. Night and the sky
up there,
deserted into the pen
pages and space
for each the wound.

This time. On the front,
porch with a coffee. I grumbled,
“Why should you?”
started strong winds
lankets pulled away
; curled up.
Once again I murmured,
“I miss. I hope there is no new injuries when met else but you”.

And this time. Yeah, i admit
i missed.

(Now, he’s like a real writer. It’s so strange and his self have made the lost further into the memories) Heu.

_____

Tangerang, Desember-2016.