Aku Masih Punai Kecil

Aku masih ingat. Waktu itu, kau pernah mengatakan bahwa malam dan rembulan selalu jadi teman, selalu jadi tempat kita menitipkan seluruh mimpi bersama bintang. Juga menjadi halaman paling indah dari apa yang kita lalui setiap hari.

Kau masih ingat, An? Bagaimana hujan dan bulan sembilan ini singgah, membuat segalanya menjadi benar-benar basah.

(Kini kau angin, aku masih punai kecil).

Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
04-09-16


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s